"Bel masuk bunyi tuh" kata temanku. Oke ayo kita cepet masuk, nanti dimarahin kalo kita telat.
Oh yaa belum perkenalan, hai namaku Cinta aku kelas XI, dan temanku tadi namanya Wulan, dia paling setia dari teman yang paling setia, bangga deh punya teman kayak dia.
"Wulan, sepulang sekolah mampir ke toko buku yuk ?", dengan wajah ceria Wulan berkata "iya".
Seneng banget rasanya punya temen yang setia. Kami pun pergi ke toko buku, aku nyari buku sejarah, sedang Wulan nyari novel-novel baru. Setelah kami dapat buku yang kami cari, kami pun segera pulang karena hari mau hujan.
Hari-hari berikutnya masih sama dengan hari sebelumnya, namun tepatnya 1 bulan setelah hari itu, aku pun mulai merasakan ini awal dari cerita baru ku...
"Tumben perpus rame" kata Wulan, "iyaa nih, gakpapalah, berarti anak bangsa rajin membaca" sahutku. Sambil nunggu Wulan baca buku, aku pun ngambil salah satu novel, waktu itu juga dari balik buku novel ada cowok seumuranku yang juga mau ngambil novel itu, tapi kedahuluan sama aku. Aku pun merasa tidak enak juga walau aku duluan yang ngambil, aku bilang maaf pada dia, dan dia balas dengan senyum kecil, kemudian kami berbincang sebentar, "okee, aku bakal cepet ngebalikin novel ini, biar kamu bisa cepet baca juga" kataku, "iya santai aja, aku bakal nunggu sampe kamu selesai bacanya, tugasku masih hari Rabu", dalam hati, cowok ini baik banget. Kemudian kami berkenalan, namanya Tara, kami janjian hari Senin di perpus buat ngebalikin novel ini. "Cin, udah dapet belum novelnya ?" tanya Wulan, "iya udah ni bentar Lan" aku pun cepet-cepet balik ke tempat Wulan, "oke, Senin yaa.." Tara meyakinkanku.. "siap" sahutku.
Sepulang sekolah, aku ngebalikin novel itu ke perpus sendirian karena Wulan sedang ada acara sama keluarganya. Jaket biru kaos item, ternyata itu Tara, kami pun sempet ngobrol, Tara asik juga diajak ngobrol,batinku. Dan ternyata juga sekolah Tara deket sama sekolahku, hanya beda jalan saja. Rumahnya juga deket dengan rumahku, hanya saja dia di blok 8 dan aku di blok 11.Kami pun sering bertemu waktu di perpus, hampir 6 bulan kami kenal, kami pun berteman baik, dia sopan, baik, ngehargain perempuan, pintar, dia juga keren dan cakep. Tara sering membantuku ketika aku kesulitan belajar, kami mulai jalan bareng, dan lama-lama, aku merasa nyaman di deket Tara, aku gak tau perasaanku ini apa, apa mungkin aku menaruh hati padanya. Kami jadi lebih akrab,dan kami sering chattingan juga.
Namun, suatu hari ketika aku liat profilnya di akun jejaring sosialnya, foto profilnya seorang cewek, aku merasa ada hal yang mengganjal yang buatku jadi gak tenang, dalam hati aku bertanya-tanya mungkinkah aku cemburu, keesokan harinya ketika kami berada di perpus, aku menjadi diam, dia bertanya kenapa aku diam saja dari awal bertemu siang tadi. Aku menjawab bahwa aku tidak apa-apa, aku bercerita soal ini kepada Wulan, dan Wulan berusaha menenangkanku dan tetap untuk berpikiran positif, Wulan pun membantu ku tentang masalah ini.
"Cinta, aku punya kabar buat kamu" kata Wulan yang tiba-tiba datang dari arah depanku. "Apa?" tanyaku pada sahabatku itu. "Ternyata cewek itu pacarnya Tara, dia kakak kelas Tara, namanya Nita, sebenarnya dia tidak terlalu cantik, masih cantikan juga kamu" sambil tertawa Wulan berusaha menenangkanku, "ahh bisa aja kamu Lan" jawabku, sambil ngotot "eh beneran emang cantikan kamu, nih aku punya fotonya", "kamu dapet ini dari siapa"tanyaku kembali, "aku dapet dari temenku yang juga temennya Nita", "biarlah, dia memang cewek yang dicari Tara selama ini mungkin." jawabku.
Tak terasa hubungan mereka berjalan kurang lebih 9 bulan, walaupun Tara sudah punya pacar, kami masih sering bertemu waktu di perpus. Namun, suatu hari, Wulan datang kearahku dengan berlari seperti orang dikejar setan, dia akan memberi tau ku sesuatu, seperti aku dapet surprise jalan sehat saja, batinku.
"Cinta kamu dah tau kabar terbaru belum?", "apa Wulan cantik?"tanyaku kembali, "Tara sama Nita sudah putus dari beberapa hari yang lalu."sambil ngomong putus-putus karena kecapekan lari mungkin, "haa??beneran kamu?kamu dapet info ini dari siapa?dari temenku itu..". "iya, aku tadi malam waktu sms an sama dia aku dikasih tau kalo mereka sudah putus dan tanpa alasan yang jelas."
Pulang sekolah hujan, tapi aku mampir dulu ke cafe perpus karena aku janjian sama Tara. Ternyata disana sudah ada Tara duluan. Dia terlihat tenang seperti tidak ada perasaan yang menyakitkan baginya. Aku pun duduk didepannya, aku bingung harus memulai percakapn darimana, ingin aku menanyakan hal itu tapi aku tak enak sama Tara. Kuberanikan diriku untuk tanya hal itu, walau sambil gagap dikit, tapi aku berusaha untuk tenang. "Tara, aku mau tanya sesuatu boleh ?", "iya silahkan" jawabnya sambil minum jus, "tapi kamu jangan marah yaa?", "iya bawel"jawab Tara sambil tertawa, "kamu udah putus yaa sama cewek kamu?" suasana jadi sedikit hening. "Oh, maaf gak usah jadi dijawab saja, lupakan." sahutku. "iya aku udah putus sama dia, tenang aja itu gak nyakitin perasaanku kok" sambil tersenyum. Aku pun balik tersenyum kecil padanya, "emang kamu putus karena apa ? maaf ya aku sedikit kepo." tanyaku lagi sambil senyum kayak orang gak ikhlas, "aku putus karena ternyata dia selingkuh dariku setelah kami menjalin hubungan sudah 7 bulan, dan aku baru tau kemarin itu, tapi aku bersyukur, Tuhan masih menunjukkan kebenaran dan kebaikan untukku." Kemudian kami pun mengakhiri percakapan soal itu dan kami ngobrol hal lain yang bisa buat kami agar lupa dengan percakapan tadi.
Dan akhirnya setelah berjalan beberapa bulan kemudian, kami pun kembali jalan bareng lagi, sharing masalah dan saling membantu apabila kami mengalami kesulitan satu sama lain, dia juga sering main kerumahku sejak Tara putus dari Nita.
"HandPhone ku bunyi, aku angkat dulu ya." ijinku ke Wulan yang sedang sibuk benerin preparat. Dan ternyata tadi Tara meneleponku untuk ngajak aku dinner nanti malam. Aku pun berusaha tampil cantik, karena ini kali pertamaku dinner sama dia. Tanpa kuduga, Tara mempersiapkan dinner malam ini dengan sangat romantis, aku sangat terkejut dengan semua ini. Kami pun mulai berbincang-bincang, dan ditengah kami berbincang, tiba-tiba Tara mengungkapkan perasaannya kepadaku, aku pun sempat salting waktu itu, "ohh Tuhan, ternyata selama ini yang aku inginkan berubah menjadi kenyataan." batinku dengan bersyukur.
Ternyata perasaannya denganku sama kalau kami saling menyayangi satu sama lain. Mulai malam itu, kami menjalin hubungan, katakan saja bahwa kami mulai pacaran. Dan kami berjanji untuk tidak saling menyakiti dan saling menjaga kepercayaan satu sama lain.
Hai, bloevaa, post diatas contoh cerpen yang aku buat, mungkin sedikit jelek ceritanya, namun banggalah bisa buat sendiri dan mungkin cerita kali ini akan berkaitan lagi dengan cerita berikutnya, tunggu saja yaa =) Dan bagi yang punya pengalaman kisah cinta seperti diatas semoga berubah jadi kenyataan yaa.. Have Fun....
Oh yaa belum perkenalan, hai namaku Cinta aku kelas XI, dan temanku tadi namanya Wulan, dia paling setia dari teman yang paling setia, bangga deh punya teman kayak dia.
"Wulan, sepulang sekolah mampir ke toko buku yuk ?", dengan wajah ceria Wulan berkata "iya".
Seneng banget rasanya punya temen yang setia. Kami pun pergi ke toko buku, aku nyari buku sejarah, sedang Wulan nyari novel-novel baru. Setelah kami dapat buku yang kami cari, kami pun segera pulang karena hari mau hujan.
Hari-hari berikutnya masih sama dengan hari sebelumnya, namun tepatnya 1 bulan setelah hari itu, aku pun mulai merasakan ini awal dari cerita baru ku...
"Tumben perpus rame" kata Wulan, "iyaa nih, gakpapalah, berarti anak bangsa rajin membaca" sahutku. Sambil nunggu Wulan baca buku, aku pun ngambil salah satu novel, waktu itu juga dari balik buku novel ada cowok seumuranku yang juga mau ngambil novel itu, tapi kedahuluan sama aku. Aku pun merasa tidak enak juga walau aku duluan yang ngambil, aku bilang maaf pada dia, dan dia balas dengan senyum kecil, kemudian kami berbincang sebentar, "okee, aku bakal cepet ngebalikin novel ini, biar kamu bisa cepet baca juga" kataku, "iya santai aja, aku bakal nunggu sampe kamu selesai bacanya, tugasku masih hari Rabu", dalam hati, cowok ini baik banget. Kemudian kami berkenalan, namanya Tara, kami janjian hari Senin di perpus buat ngebalikin novel ini. "Cin, udah dapet belum novelnya ?" tanya Wulan, "iya udah ni bentar Lan" aku pun cepet-cepet balik ke tempat Wulan, "oke, Senin yaa.." Tara meyakinkanku.. "siap" sahutku.
Sepulang sekolah, aku ngebalikin novel itu ke perpus sendirian karena Wulan sedang ada acara sama keluarganya. Jaket biru kaos item, ternyata itu Tara, kami pun sempet ngobrol, Tara asik juga diajak ngobrol,batinku. Dan ternyata juga sekolah Tara deket sama sekolahku, hanya beda jalan saja. Rumahnya juga deket dengan rumahku, hanya saja dia di blok 8 dan aku di blok 11.Kami pun sering bertemu waktu di perpus, hampir 6 bulan kami kenal, kami pun berteman baik, dia sopan, baik, ngehargain perempuan, pintar, dia juga keren dan cakep. Tara sering membantuku ketika aku kesulitan belajar, kami mulai jalan bareng, dan lama-lama, aku merasa nyaman di deket Tara, aku gak tau perasaanku ini apa, apa mungkin aku menaruh hati padanya. Kami jadi lebih akrab,dan kami sering chattingan juga.
Namun, suatu hari ketika aku liat profilnya di akun jejaring sosialnya, foto profilnya seorang cewek, aku merasa ada hal yang mengganjal yang buatku jadi gak tenang, dalam hati aku bertanya-tanya mungkinkah aku cemburu, keesokan harinya ketika kami berada di perpus, aku menjadi diam, dia bertanya kenapa aku diam saja dari awal bertemu siang tadi. Aku menjawab bahwa aku tidak apa-apa, aku bercerita soal ini kepada Wulan, dan Wulan berusaha menenangkanku dan tetap untuk berpikiran positif, Wulan pun membantu ku tentang masalah ini.
"Cinta, aku punya kabar buat kamu" kata Wulan yang tiba-tiba datang dari arah depanku. "Apa?" tanyaku pada sahabatku itu. "Ternyata cewek itu pacarnya Tara, dia kakak kelas Tara, namanya Nita, sebenarnya dia tidak terlalu cantik, masih cantikan juga kamu" sambil tertawa Wulan berusaha menenangkanku, "ahh bisa aja kamu Lan" jawabku, sambil ngotot "eh beneran emang cantikan kamu, nih aku punya fotonya", "kamu dapet ini dari siapa"tanyaku kembali, "aku dapet dari temenku yang juga temennya Nita", "biarlah, dia memang cewek yang dicari Tara selama ini mungkin." jawabku.
Tak terasa hubungan mereka berjalan kurang lebih 9 bulan, walaupun Tara sudah punya pacar, kami masih sering bertemu waktu di perpus. Namun, suatu hari, Wulan datang kearahku dengan berlari seperti orang dikejar setan, dia akan memberi tau ku sesuatu, seperti aku dapet surprise jalan sehat saja, batinku.
"Cinta kamu dah tau kabar terbaru belum?", "apa Wulan cantik?"tanyaku kembali, "Tara sama Nita sudah putus dari beberapa hari yang lalu."sambil ngomong putus-putus karena kecapekan lari mungkin, "haa??beneran kamu?kamu dapet info ini dari siapa?dari temenku itu..". "iya, aku tadi malam waktu sms an sama dia aku dikasih tau kalo mereka sudah putus dan tanpa alasan yang jelas."
Pulang sekolah hujan, tapi aku mampir dulu ke cafe perpus karena aku janjian sama Tara. Ternyata disana sudah ada Tara duluan. Dia terlihat tenang seperti tidak ada perasaan yang menyakitkan baginya. Aku pun duduk didepannya, aku bingung harus memulai percakapn darimana, ingin aku menanyakan hal itu tapi aku tak enak sama Tara. Kuberanikan diriku untuk tanya hal itu, walau sambil gagap dikit, tapi aku berusaha untuk tenang. "Tara, aku mau tanya sesuatu boleh ?", "iya silahkan" jawabnya sambil minum jus, "tapi kamu jangan marah yaa?", "iya bawel"jawab Tara sambil tertawa, "kamu udah putus yaa sama cewek kamu?" suasana jadi sedikit hening. "Oh, maaf gak usah jadi dijawab saja, lupakan." sahutku. "iya aku udah putus sama dia, tenang aja itu gak nyakitin perasaanku kok" sambil tersenyum. Aku pun balik tersenyum kecil padanya, "emang kamu putus karena apa ? maaf ya aku sedikit kepo." tanyaku lagi sambil senyum kayak orang gak ikhlas, "aku putus karena ternyata dia selingkuh dariku setelah kami menjalin hubungan sudah 7 bulan, dan aku baru tau kemarin itu, tapi aku bersyukur, Tuhan masih menunjukkan kebenaran dan kebaikan untukku." Kemudian kami pun mengakhiri percakapan soal itu dan kami ngobrol hal lain yang bisa buat kami agar lupa dengan percakapan tadi.
Dan akhirnya setelah berjalan beberapa bulan kemudian, kami pun kembali jalan bareng lagi, sharing masalah dan saling membantu apabila kami mengalami kesulitan satu sama lain, dia juga sering main kerumahku sejak Tara putus dari Nita.
"HandPhone ku bunyi, aku angkat dulu ya." ijinku ke Wulan yang sedang sibuk benerin preparat. Dan ternyata tadi Tara meneleponku untuk ngajak aku dinner nanti malam. Aku pun berusaha tampil cantik, karena ini kali pertamaku dinner sama dia. Tanpa kuduga, Tara mempersiapkan dinner malam ini dengan sangat romantis, aku sangat terkejut dengan semua ini. Kami pun mulai berbincang-bincang, dan ditengah kami berbincang, tiba-tiba Tara mengungkapkan perasaannya kepadaku, aku pun sempat salting waktu itu, "ohh Tuhan, ternyata selama ini yang aku inginkan berubah menjadi kenyataan." batinku dengan bersyukur.
Ternyata perasaannya denganku sama kalau kami saling menyayangi satu sama lain. Mulai malam itu, kami menjalin hubungan, katakan saja bahwa kami mulai pacaran. Dan kami berjanji untuk tidak saling menyakiti dan saling menjaga kepercayaan satu sama lain.
Hai, bloevaa, post diatas contoh cerpen yang aku buat, mungkin sedikit jelek ceritanya, namun banggalah bisa buat sendiri dan mungkin cerita kali ini akan berkaitan lagi dengan cerita berikutnya, tunggu saja yaa =) Dan bagi yang punya pengalaman kisah cinta seperti diatas semoga berubah jadi kenyataan yaa.. Have Fun....


0 komentar:
Posting Komentar